BASIS DATA
2.1
Pengertian
Basis Data
Banyak sekali definisi tentang basis
data yang diberikan oleh para pakar di bidang ini. Basis data atau juga disebut
database, terdiri dari dua penggalan kata yaitu data dan base, yang artinya
berbasiskan pada data, tetapi secara konseptual, database diartikan sebuah
koleksi atau kumpulan data-data yang saling berhubungan (relation), disusun
menurut aturan tertentu secara logis, sehingga menghasilkan informasi.
Ada lagi beberapa
pengertian dari basis data, yakni :
- Himpunan
kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasikan
sedemikian rupa agar dapat
digunakan kembali secara mudah dan cepat.
- Kumpulan
data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama tanpa adanya
pengulangan (redundansi) yang tidak perlu untuk memenuhi berbagai
kebutuhan.
- Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.
Selain
itu, untuk mengelola dan memanggil query basis data agar dapat disajikan dalam
berbagai bentuk yang diinginkan dibutuhkan perangkat lunak yang disebut Sistem
Manajemen Basis Data atau juga disebut Database Management System (DBMS).
Penggabungan
Database Management System (DBMS) dengan Basis Data akan
membentuk satu kesatuan yang disebut Sistem Basis Data. Sistem Basis Data
adalah suatu sistem penyusunan dan pengelolaan record-record dengan menggunakan
komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data
operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan
informasi yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan
keputusan.
Contoh dari sebuah basis data, misalnya :
2.2
Perann
Basis Data
Basis
data (database) memiliki peran yang sangat
penting dalam perusahaan. Informasi dapat diperoleh dengan cepat berkat data
yang mendasarinya telah disimpan dalam basis data. Basis data juga digunakan
secara luas. Berikut adalah beberapa contoh aplikasi:
·
Perbankan:
untuk informasi pelanggan, rekening, peminjaman, dan transaksi perbankan.
·
Penerbangan:
untuk informasi peesanan dan jadwal. Penerbangan adalah salah satu yang pertama
yang menggunakan basis data, yaitu terminal diseluruh dunia mengakses pusat
sistem basis data melalui jaringan telepon dan jaringan data lainnya.
·
Universitas:
untuk informasi mahasiswa, pendaftaran kuliah, dan nilai.
·
Transaksi
kartu kredit: untuk membeli dengan kartu kredit
dan membuat tagihan bulanan.
·
Telekomunikasi:
untuk mencatat semua panggilan, membuat tagihan bulanan, mencatat saldo dari
kartu prabayar, dan menyimpan informasi tentang jaringan komunikasi.
·
Keuangan:
untuk menyimpan informasi tentang perusahaan serta menjual dan membeli alat
keuangan seperti saham dan obligasi.
·
Penjualan:
untuk informasi pelanggan, produk, dan pembelian.
·
Perusahaan:
untuk mengelola manajemen rantai pasokan dan melacak produksi barang-barang dipabrik,
inventaris barang-barang di gudang atau toko, dan pesanan barang-barang.
·
Sumber
daya manusia: untuk informasi tentang pegawai,
gaji, pajak, dan pembuatan cek pembayaran.
2.3
DBMS
DBMS
(DataBase Management System) adalah
sistem yang secara khusus dibuat untuk memudahkan pemakai dalam mengelola basis
data. Sistem ini dibuat untuk mengatasi kelemahan sistem pemrosesan yang
berbasis berkas.
Pada
pendekatan yang berbasis berkas, umumnya perancangan sistem didasarkan pada
kebutuhan individual pemakai, bukan berdasarkan kebutuhan sejumlah pemakai.
Setiap kali terdapat kebutuhan baru dari seorang pemakai. Kebutuhan segera
diterjemahkan kedalam program kompuer. Akibatnya, kemungkinan besar setiap
program aplikasi menuliskan data tersendiri. Sementara itu ada kemungkinan data
yang sama juga terdapat pada berkas-berkas lain yang digunakan oleh program
aplikasi lain .
DBMS
memiliki keuntungan seperti berikut (Ramakrishnan dan Gehrke, 2000):
independensi data, pengaksesan yang efisien terhadap data, keamanan dan
integritas data, administrasi data, akses bersamaan dan pemulihan terhadap
kegagalan, waktu pengembangan aplikasi diperpendek.
·
Indepedensi data
DBMS
menyediakan pendekatan yang membuat perubahan dalam data tidak membuat program
harus diubah.
·
Pengaksesan yang
efesien terhadap data
DBMS
menyediakan berbagai teknik yang canggih hingga penyimpanan dan pengambilan
data dilakukan secara efesien.
·
Keamanan dan integritas
data
Karena
data dikendalikan oleh DBMS, DBMS dapat melakukan kendala integritas terhadap
data. Segala sesuatu yang tidak sesuai dengan definisi suatu field dan kekangan yang melekat pada field akan ditolak. Sebagai contoh,
jika field jenis_kelamin
dinyatakan berupa P atau W, maka penyimpanan L ke field tersebut dengan sendirinya akan
ditolak oleh DBMS.
·
Administrasi data
Jika
sejumlah pemakai berbagai data, pemusatan administrasi data dapat meningkatkan
perbaikan yang sangat berarti. Dengan cara seperti ini, duplikasi baru atau
redundansi data dapat diminimalkan.
·
Akses keamanan dan pemulihan
terhadap kegagalan
DBMS
menyedikan mekanisme sehingga data yang sama dapat diakses oleh sejumlah orang
dalam waktu yang sama. Selain itu, DBMS melindungi pamakai dari efek kegagalan
sistem. Jika terjadi kegagalan, DBMS dapat mengembalikan data sebagaimana
kondisi saat sebelum terjadi kegagalan.
·
Waktu pengembangan
aplikasi diperpendek
DBMS
menawarkan banyak fasilitas yang memudahkan dalam menyususn aplikasi sehingga
waktu pengembangan aplikasi dapat diperpendek.
Beberapa
contoh DBMS yang terkenal dapat dilihat di Tabel 2.1.
Tabel 2.1 Berbagai contoh DBMS
DBMS
|
Vendor
|
Access
|
Microsoft
Corporation
|
DB2
|
IBM
|
Informix
|
IBM
|
Ingres
|
Computer
Associate
|
MySQL
|
The
MySQL AB Company
|
Oracle
|
Oracle
Corporation
|
Sybase
|
Sybase
Inc.
|
Microsoft
SQL Server
|
Microsoft
Corporation
|
Microsoft
Access
|
Microsoft
Corporation
|
2.4
Komponen
DBMS
DBMS
umumnya mengandung komponen-komponen berikut: kamus data, utilitas, pembangkit
laporan, pembakit aplikasi, pengatur keamanan akses, dan pemulihan sistem.
Fungsi setiap komponen tersebut dapat dilihat di Tabel 2.2.
Tabel
2.2 Berbagai komponen DBMS
Komponen
|
Keterangan
|
Kamus
data
|
Menjabarkan
berkas (tabel) dan field
|
Utilitas
|
Digunakan
untuk memudahkan pemakai dalam menciptakan basis data dan tabel serta dalam
memanipulasi data
|
Pembangkit
laporan
|
Memudahkan
dalam membuat laporan
|
Pembangkit
aplikasi
|
Memudahkan
dalam membuat aplikasi
|
Keamanan
akses
|
Mengatur
hak akses pemakai
|
Pemulihan
sistem
|
Untuk
mengembalikn data ke basis data sekiranya terjadi kegagalan sistem
|
2.5
Jenis
Data Menurut Pengaksesan
Menurut
pengaksesannya, basis data dibedakan menjadi empat jenis, yaitu basis data
individual, basis data perusahaan, basis data terdistribusi, dan bank data
public (Williams dan Sawyer, 2003)
·
Basis data individual
Basis
data individual adalah basis data yang digunakan oleh perorangan. Biasanya,
basis data seperti ini banyak dijumpai di lingkungan PC. Visual dBASE,
Microsoft Access, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat
lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan
pribadi, misalnya untuk mencatat data telepon atau daftar belanja bulanan.
·
Basis data perusahaan
Basis
data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah
pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini
disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari setiap
komputer yang berkedudukan sebagai client.
·
Basis data
terdistribusi
Basis
data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang
terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan pada bank
yang memiliki sejumlah cabang di berbagai kota dan melayani transaksi perbankan
yang bersifat online.
·
Bank data publik
Bank
data publik adalah jenis basis data yang dapat diakses oleh siapa saja
(publik). Sebagai contoh, banyak situs Web (misalnya Yahoo dan About.com) yang
menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja dengan
gratis. Namun, adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk
memperoleh data publik.
Basis
data individual dirancang oleh perorangan, sedangkan tiga basis data yang lain
didesain yang dinamakan administrator basis data (Database Administrator atau DA) dan dikelola oleh seorang spesialis
yang dinamakan administrator basis data (Database
Administrator atau DBA).
2.6
Jenis Data pada Basis Data
DBMS
masa kini mendukung berbagai jenis data dari teks, suara, hingga gambar. Tabel
2.3 memperlihatkan contoh berbagai nama tipe data pada berbagai DBMS.
Tabel 2.3 Data pada basis data
Tipe
Data
|
Keterangan
|
Character
(Virtual dBASE)
Char
(SQL)
Text
(Access)
Alpha
(Paradox)
|
Menyatakan
tipe data untuk menyimpan deretan karakter seperti nama orang atau nama mobil
|
Memo
(Access dan Visual dBASE)
Text
(PostgreSQL)
|
Untuk
menyimpan deretan karakter dengan ukuran yang besar (melebihi 256 karakter)
|
Number
(Access)
Numeric
(Visual dBASE)
|
Untuk
menyimpan data bilangam
|
Date/Time
(Access)
|
Untuk
menyimpan data jam dan tanggal
|
Date
(Visual dBASE)
Date
(PostgreSQL)
|
Untuk
menyimpan tanggal
|
Time
(PostgreSQL)
|
Untuk
menyimpan data jam
|
Currency
(Access)
Money
(Paradox
|
Untuk
menyimpan data uang
|
Yes/No
(Access)
Logical
(Visual dBASE)
Bool
(PostgreSQL)
|
Untuk
menyimpan data logika (benar atau salah)
|
OLE
(Visual dBASE)
OLE
Object (Access)
|
Untuk
menyimpan OLE. Dapat berupa objek seperti gambar atau bahkan suara
|
Binary
(Visual dBASE)
|
Untuk
menyimpan data gambar atau suara
|
Graphics
(Paradox)
|
Untuk
menyimpan data gambar
|
Hyperlink
(Access)
|
Untuk
menyimpan data hyperlink
|
Point
Lseg
Path
Box
Circle
Polygon
|
Untuk
menyimpan data geometric (Terdapat pada PostgreSQL)
|
2.7
Model Data
Model
data dalah sekumpulan konsep terintegrasi yang dipakai untuk menjabarkan data,
hubungan antardata, dan kekangan terhadap data yang digunakan untuk menjaga
konsistensi. Kadang, model data disebut struktur data logis.
Model
data yang umum pada saat ini ada 4 macam, yaitu (1) model data hierarkis, (2)
model data jaringan, (3) model data relasional, dan (4) model data berbasis
objek. Tiga model yang disebut pertama (model data hierarkis, jaringan, dan
relasional) disebut model data yang berbasis rekaman (record-based data model).
2.7.1
Model
Data Hierarki
Dari keempat model data yang telah
diutarakan sebelumnya, model data hierarkis merupakan model data yang tertua.
Sampai saat ini, mode ini masih digunakan untuk mengganti sistem reservasi
penumpang. Contoh DBMS terkenal yang mengguanakan model ini yaitu IMS (IBM).
Model ini seringkali dijabarkan dalam
bentuk pohon terbalik. Di dalam model ini dikenal dengan istilah orang tua dan
anak. Masing-masing berupa suatu simpul dan terdapat hubungan bahwa setiap anak
hanya bisa memiliki satu orang tua, sedangkan orang tua dapat memiliki sejumlah
anak. Simpul tertinggi yang tidak memiliki orang tua disebut akar. Contoh
konkret dapat dilihat pada Gambar 2.3. Gambar ini memperlihatkan hubungan dosen
dan kelas yang diampu, serta mahasiswa yang mengikuti kelas masing-masing.
2.7.2
Model
Data Jaringan
Model data ini dibuat untuk mengatasi
masalah pada model hierarkis. Bentuknya menyerupai model hierarkis, tetapi
dengan perbedaan:
o
Tidak mengenal akar.
o
Setiap anak bisa
memiliki lebihd ari satu orang tua.
Mengingat bahwa anak bisa memiliki lebih
dari sebuah orang tua, maka model data ini mendukung hubungan M:M (yaitu setiap
orang tua dapat memiliki sejumlah anak dan seorang anak dapat memiliki sejumlah
orang tua).
Gambar 2.4 memperlihatkan contoh model
data jaringan didasarkan data yang sama pada model data hierarkis.
Model data jaringan dapat mengatasi
masalah problem hubungan M:M yang muncul pada model data hierarkis, karena
memang mendukung hubungan seperti itu. Namun, penanganannya tetap jauh lebih
kompleks daripada model data relasional.
Produk DBMS terkenal dengan menggunakan
model data jaringan yaitu IDMS/R (Computer Associates).
2.7.3
Model
Data Relasional
Model data relasional menggunakan
sekumpulan tabel berdimensi dua (yang biasa disebut relasi atau tabel), dengan
setiap tabel tersusun atau sejumlah baris dan kolom. Contoh kolom dan baris
diperlihatkan digambar 2.5 berikut
Kolom dapat didefinisikan sebagai satuan
data terkecil dalam sebuah tabel yang mempunyai makna. Nama pegawai, alamat,
dan nama bagian merupakan contoh-contoh kolom. Baris (kadangkala disebut record) adalah kumpulan kolom yang
menyatakan suatu data yang saling terkait.
Pada model data relasional, kaitan atau
asosiasi antara dua tabel disebut hubungan (relationship). Hubungan dapat
berupa:
·
1-1, yakni satu data
pada suatu tabel berpasangan dengan hanya satu daya pada tabel lain.
·
1-M, yakni satu data
pada suatu tabel berpasangan dengan banyak data pada tabel lain.
2.7.4
Model
Data Berbasis Objek
Model data berbasis objek adalah model
data yang menerapkan teknik pemrograman berorientasi objek. Berbeda dengan tiga
model yang telah dibahas di depan, model data berbasis objek mengemas data dan
fungsi untuk mengakses data (metode) ke dalam bentuk objek.
DBMS
yang menggunakan model ini biasa disebut OODBMS (Object Oriented DataBase Management System). Tabel 2.4 memperlihatkan
seumlah OODBMS.
Tabel
2.4 Daftar OODBMS terkenal
OODBMS
|
Vendor
|
Gemstone
|
Gemstone
Systems (www.gemstone.com)
|
Matisse
|
ADB
Inc.
|
Versant
|
Versant
|
Objectivity
|
Objectivity
Inc. (www.objectivity.com)
|
ObjectStore
|
Object
Design Inc.
|
Jeevan
|
W3Apps
|
Vision
|
Insyte
|
Poet
|
Poet
Software (www.poet.com)
|
Beberapa DBMS tidak sepenuhnya
berorientasi objek, melainkan menggunakan pendekatan objek-relasional. Data
sebenarnya tetap bersifat relasional, tetapi untuk mengaksesnya disediakan
pendekatan berorientasi objek. DBMS seperti ini biasanya disebut OORDBMS (Object Oriented-Relational DataBase
Management System) atau ORDBMS (Object-Relational
DataBase Management System). Contohnya adalah Visual dBASE 7.x.
2.8
Struktur Sistem Basis Data
Telah
diketahui secara fisik data disimpan dalam bentuk kumpulan bit dan direkam
dengan basis track di dalam media penyimpan eksternal. Dalam praktik, untuk
kemudahan dalam mengakses data, data disusun dalam suatu struktur logika yang menjelaskan bahwa:
§ Kumpulan
tabel menyusun basis data,
§ Tabel
tersusun atas sejumlah record,
§ Sebuah
record mengandung sejumlah field, dan
§ Sebuah field disimpan dalam bentuk kumpulan bit.
Pengertian istilah masing-masing di depan adalah
seperti berikut ini
·
Field
(medan) menyatakan data terkecil yang memiliki makna. Istilah lain untuk field
yaitu elemen data, kolom, item, dan atribut. Contoh field yaitu nama seseorang,
jumlah barang yang dibeli, dan tanggal lahir seseorang.
·
Record
(rekaman) menyatakan kumpulan dari sejumlah elemen data yang saling terkait.
Sebagai contoh, nama, alamat, tanggal lahir, dan jenis kelamin dari seseorang
menyusun sebuah record. Istilah lain yang juga menyatakan record yaitu tupelo
dan baris.
·
Tabel menghimpun
sejumlah record. Sebagai contoh, data
pribadi dari semua pegawai disimpan dalam sebuah tabel.
·
Basis data adalah suatu
pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan
aktivitas untuk memperoleh informasi. Sebagai contoh, basus data akademis
mengandung tabel-tabel yang berhubungan
dengan data mahasiswa, data jurusan, data matakuliah, data pengambilan
matakuliah pada suatu semester, dan data lain yang diperoleh mahasiswa.
2.9
Bahasa Basis Data
Sistem
basis data menyediakan bahasa pendefinisian data (Data Definitin Language-DDL) untuk menentukan skema basis data dan
bahasa manipulasi data (Data Manipulation
Language-DML) untuk menyatakan query dan update basis data. Pada
praktiknya, DDL dan DML bukan merupakan dua bahasa yang terpisah melaikan
membentuk bagian bahasa basis data, seperti bagian umum digunakan pada bahasa
SQL.
1.
Data
Definition Language (DDL)
Skema
basis data ditentukan sekumpulan definisi yang dinyatakan dengan bahasa
tertentu yang disebut Data Definition Language (DDL). Sebagai contoh,
pernyataan berikut dalam bahasa SQL mendefinisikan tabel rekening.
Create table
rekening
(no_rekening
char(10), saldo integer)
Eksekusi
pernyataan DDL diatas akan membuat tabel rekening. Sebagai tambahan, pernyaataan
itu menambah kumpulan tabel yang disebut kamus data atau direktori data. Kamus
data adalah istilah basis data yang mengacu pada definisi data yang disimpan
dalam basis data yang dikendalikan oleh sistem manajemen basis data
(McLeod,dkk.,2001).
Kamus
data mengandung metadata, yaitu data tentang data. Skema sebuah tabel adalah
contoh sebuah metadata. Sistem basis data akan mengecek kamus data sebelum
membaca atau memodifikasi data sebenarnya. Struktur penyimpanan dan metode
akses yang digunakan oleh sistem basisdata dengan menggunakan sekumpulan
pernyaatan dalam tipe DDL tertentu disebut bahasa penyimpanan dan definisi
data. Pernyataan ini menentukan penerapan detail skema basisdata, yang sering
disembunyikan dari pengguna.
Nilai
data yang disimpan dalam basis data harus sesuai dengan batasan tertentu.
Sebagai contoh, saldo pada sebuah rekening tidak boleh di bawah Rp50.000,00.
DDL menyediakan fasilitas untuk membuat batasan seperti itu. Basis data
mengecek batasan setiap basis data diubah.
2.
Data
Manipulation Language (DML)
Manipulasi
data adalah:
·
Pengambilan informasi
yang disimpan dalam basis data
·
Penempatan informasi
baru dalam basis data
·
Penghapusan informasi
dari basis data
·
Modifikasi informasi
yang disimpan dalam basis data.
Bahasa manipulasi data (DML) adalah
bahasa yang memungkinkan pengguna mengakses atau memanipulasi data seperti yang
diatur oleh model data. Ada dua tipe DL yaitu:
·
DML
Prosedural, mengharsuskan pengguna untuk
menenytukan data yan dibutuhkan dan bagaimana mendapatkannya.
·
DML
Deklaratif (disebut pula DML nonprocedural),
mengharuskan pengguna menentukan data yang dibutuhkan tanpa menentukan
bagaimana mendapatkannya.
DML deklaratif lebih muda
dipelajari dan digunakan daripada DML prosedural. Namun, karena pengguna tidak
harus menentukan cara menempatkan data, sistem basis data harus mencari alat
yang efektif untuk mengakses data. Komponen DML dari bahasa SDL adalah nonprosedural.
Query
adalah pernyataan yang meminta pengguna mengambil informasi. Bagian DML yang
terlibat dalam pengambilan infomasi disebut bahasa query. Istilah bahasa query
sering di samakan dengan istilah bahasa manipulasi data.
2.10
Penerapan
Keamanan Basis Data
Penerapan
Keamanan Basis Data harus diperhatikan karena ada kemungkinan terjadinya
gangguan dari orang-orang, baik dalam maupun luar organisasi, tentunya hal
demikian harus dilawan. Masalah lebih besar dapat terjadi ketika orang-orang
dalam perusahaan harus menanggulangi kemungkinan kesalahan yang tak disengaja.
Menghapus atau menimpa suatu file data, menghapus tabel, atau meng-update kolom
secara tidak benar dengan tidak sengaja dapat menimbulkan masalah seperti yang
ditimbulkan oleh hacker. Oleh karena itu, keamanan harus direncanakan dengan
baik dan diintegrasikan dalam basis data. Basis data seharusnya tidak hanya
menyediakan data pada pengguna, tetapi juga menyediakan proteksi pada data.
Berikut
adalah upaya menjaga keamanan basis data :
1. Menetapkan
Pengakses Basis Data
Cara
untuk mengntrol pengguna sistem basis data yaitu dengan menetapkan pengguna
basis data terlebih dahulu. Ada beberapa kategori pengguna untuk setiap sistem
informasi, mulai dari penggunana akhir sampai administrator sistem informasi.
Masing-masing pengguna memiliki tingkat akses yang berbeda. Cara termudah
menerapkan keamanan adalah memberi semua pengguna akses maksimum, tetapi
kelemahannya adalah adanya kemungkinan kehilangan atau penyalagunaan data.
Pengguna basis data harus mempunyai akses yang cukup untuk melaksanakan
pekerjaannya. Dengan kata lain, akses yang diberikan kepada pengguna harus
sekecil mungkin untuk menghindari masalah. Cara selanjutnya yaitu dengan mengatur tingkatan akses dimana pengguna
basis data diberi identitas pengguna dengan password dan kemampuan untuk
berhubungan dengan basis data. Keamanan
tingkatan akses ini digunakan untuk mengontrol akses. Pengguna mempunyai akses,
baik ke data maupun sumberdaya. Keduanya dapat dikontrol pada tingkatan basis
data.
2. Penanggungjawab
Keamanan
Selanjutnya
adalah penanggungjawab keamanan, tidak ada satu orang yang bertanggungjawab
penuh terhadap keamanan. Semua pengguna harus bertanggungjawab pada penerapan,
pelaksanaan, dan kepatuhan terhadap keamanan. Sistem administrator bertanggung
jawab pada penerapan dan pelaksanaan. Semua pengguna harus patuh pada keamanan.
Lebih lanjut, pengguna harus dapat dipercaya untuk menggunakan data yang mereka
akses dengan benar. Kemudian, administrator harus membagi akses ke data secara
berhati-hati dan aturan harus diikuti oleh semua pengguna.
3. Menggunakan
View dan Prosedur
View
dan prosedur adalah mekanisme yang berhubungan dengan basis data relasional
yang membantu meningkatkan fleksibilitas penerapan keamanan. Objek-objek sangat
berguna untuk membatasi akses ke data dan menyaring bagian data yang dapat
diakses oleh pengguna.
4. Perancangan
Sistem Manajemen Keamanan
Meskipun
ada fitur keamanan built in seperti role, beberapa pengembang tetap membuat
sistem pengaturan keamanan. Sistem pengaturan keamanan meliputi perancangan dan
pembuatan tabel basis data yang digunakan oleh aplikasi untuk menentukan akses
pengguna tertentu ke data. Kemudian, sistem pengaturan keamanan diperlukan
hanya jika fitur built ini perangkat lunak basis data yang digunakan tidak
memenuhi kebutuan keamanan organisasi. Sistem keamanan seperti ini sering hanya
sebagai tambahan fitur pada perangkat lunak basis data.
5. Tindakan
Pencegahan Tambahan
Saat
ini, basis data dan jaringan berhubungan erat. Dengan perkembangan aplikasi
berbasis web, tren semakin berkembang. Keamanan web sangat utama pada sebagian
besar aplikasi. Komunikasi internet basis data hampir selalu berdasarkan pada
protocol TCP/IP. TCP/IP adalah protocol komunikasi data standar untuk web.
Sayangnya, TCP/IP tidak mempunyai pengamanan. Data Anda dan nomor kartu kredit
seseorang dapat dicuri apabila menggunakan TCP/IP. Pengamanan harus ditambahkan
pada TCP/IP dari sumber lain agar basisdata web modern lebih aman.
6. Pelanggaran
Keamanan
Pelanggaran
keamanan kadang diketahui melalui pengamatan basis data secara teratur atau
selama pemecahan masalah. Pelanggaran bisa disengaja maupun tidak disengaja.
Berikut
adalah langkah-langkah proaktif yang dapatdilakukan untuk mencegah pelanggaran
keamanan:
·
Mengubah password
administrator secara teratur.
·
Memaksa penggunan
sering mengubah password.
·
Melarang penggunaan
password bersama-sama.
·
Menghapus account
pengguna yang tidak aktif
·
Menghapus account
pengguna yang bukan pegawai
·
Melakukan pengawasan
acak terhadap semua aktivitas
·
Melakukan audit basis
data
·
Memberi pengertian pada
pengguna akhir
·
Melakukan pelatihan
keamanan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar