Rabu, 17 Desember 2014

BASIS DATA

BASIS DATA

2.1  Pengertian Basis Data
Banyak sekali definisi tentang basis data yang diberikan oleh para pakar di bidang ini. Basis data atau juga disebut database, terdiri dari dua penggalan kata yaitu data dan base, yang artinya berbasiskan pada data, tetapi secara konseptual, database diartikan sebuah koleksi atau kumpulan data-data yang saling berhubungan (relation), disusun menurut aturan tertentu secara logis, sehingga menghasilkan informasi.
Ada lagi beberapa pengertian dari basis data, yakni :
  • Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasikan sedemikian  rupa agar dapat digunakan kembali secara mudah dan cepat.
  • Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama tanpa adanya pengulangan (redundansi) yang tidak perlu untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
  • Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis. 
  •  
Selain itu, untuk mengelola dan memanggil query basis data agar dapat disajikan dalam berbagai bentuk yang diinginkan dibutuhkan perangkat lunak yang disebut Sistem Manajemen Basis Data atau juga disebut Database Management System (DBMS).
Penggabungan Database Management System (DBMS) dengan Basis Data akan membentuk satu kesatuan yang disebut Sistem Basis Data. Sistem Basis Data adalah suatu sistem penyusunan dan pengelolaan record-record dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan keputusan.
Contoh dari sebuah basis data, misalnya :

2.2  Perann Basis Data
Basis data (database) memiliki peran yang sangat penting dalam perusahaan. Informasi dapat diperoleh dengan cepat berkat data yang mendasarinya telah disimpan dalam basis data. Basis data juga digunakan secara luas. Berikut adalah beberapa contoh aplikasi:
·         Perbankan: untuk informasi pelanggan, rekening, peminjaman, dan transaksi perbankan.
·         Penerbangan: untuk informasi peesanan dan jadwal. Penerbangan adalah salah satu yang pertama yang menggunakan basis data, yaitu terminal diseluruh dunia mengakses pusat sistem basis data melalui jaringan telepon dan jaringan data lainnya.
·         Universitas: untuk informasi mahasiswa, pendaftaran kuliah, dan nilai.
·         Transaksi kartu kredit: untuk membeli dengan kartu kredit dan membuat tagihan bulanan.
·         Telekomunikasi: untuk mencatat semua panggilan, membuat tagihan bulanan, mencatat saldo dari kartu prabayar, dan menyimpan informasi tentang jaringan komunikasi.
·         Keuangan: untuk menyimpan informasi tentang perusahaan serta menjual dan membeli alat keuangan seperti saham dan obligasi.
·         Penjualan: untuk informasi pelanggan, produk, dan pembelian.
·         Perusahaan: untuk mengelola manajemen rantai pasokan dan melacak produksi barang-barang dipabrik, inventaris barang-barang di gudang atau toko, dan pesanan barang-barang.
·         Sumber daya manusia: untuk informasi tentang pegawai, gaji, pajak, dan pembuatan cek pembayaran.

2.3  DBMS
DBMS (DataBase Management System) adalah sistem yang secara khusus dibuat untuk memudahkan pemakai dalam mengelola basis data. Sistem ini dibuat untuk mengatasi kelemahan sistem pemrosesan yang berbasis berkas.
Pada pendekatan yang berbasis berkas, umumnya perancangan sistem didasarkan pada kebutuhan individual pemakai, bukan berdasarkan kebutuhan sejumlah pemakai. Setiap kali terdapat kebutuhan baru dari seorang pemakai. Kebutuhan segera diterjemahkan kedalam program kompuer. Akibatnya, kemungkinan besar setiap program aplikasi menuliskan data tersendiri. Sementara itu ada kemungkinan data yang sama juga terdapat pada berkas-berkas lain yang digunakan oleh program aplikasi lain .
DBMS memiliki keuntungan seperti berikut (Ramakrishnan dan Gehrke, 2000): independensi data, pengaksesan yang efisien terhadap data, keamanan dan integritas data, administrasi data, akses bersamaan dan pemulihan terhadap kegagalan, waktu pengembangan aplikasi diperpendek.
·         Indepedensi data
DBMS menyediakan pendekatan yang membuat perubahan dalam data tidak membuat program harus diubah.
·         Pengaksesan yang efesien terhadap data
DBMS menyediakan berbagai teknik yang canggih hingga penyimpanan dan pengambilan data dilakukan secara efesien.
·         Keamanan dan integritas data
Karena data dikendalikan oleh DBMS, DBMS dapat melakukan kendala integritas terhadap data. Segala sesuatu yang tidak sesuai dengan definisi suatu field dan kekangan yang melekat pada field akan ditolak. Sebagai contoh, jika field jenis_kelamin dinyatakan berupa P atau W, maka penyimpanan L ke field tersebut dengan sendirinya akan ditolak oleh DBMS.
·         Administrasi data
Jika sejumlah pemakai berbagai data, pemusatan administrasi data dapat meningkatkan perbaikan yang sangat berarti. Dengan cara seperti ini, duplikasi baru atau redundansi data dapat diminimalkan.
·         Akses keamanan dan pemulihan terhadap kegagalan
DBMS menyedikan mekanisme sehingga data yang sama dapat diakses oleh sejumlah orang dalam waktu yang sama. Selain itu, DBMS melindungi pamakai dari efek kegagalan sistem. Jika terjadi kegagalan, DBMS dapat mengembalikan data sebagaimana kondisi saat sebelum terjadi kegagalan.
·         Waktu pengembangan aplikasi diperpendek
DBMS menawarkan banyak fasilitas yang memudahkan dalam menyususn aplikasi sehingga waktu pengembangan aplikasi dapat diperpendek.
Beberapa contoh DBMS yang terkenal dapat dilihat di Tabel 2.1.

Tabel 2.1 Berbagai contoh DBMS
DBMS
Vendor
Access
Microsoft Corporation
DB2
IBM
Informix
IBM
Ingres
Computer Associate
MySQL
The MySQL AB Company
Oracle
Oracle Corporation
Sybase
Sybase Inc.
Microsoft SQL Server
Microsoft Corporation
Microsoft Access
Microsoft Corporation

2.4  Komponen DBMS
DBMS umumnya mengandung komponen-komponen berikut: kamus data, utilitas, pembangkit laporan, pembakit aplikasi, pengatur keamanan akses, dan pemulihan sistem. Fungsi setiap komponen tersebut dapat dilihat di Tabel 2.2.

Tabel 2.2 Berbagai komponen DBMS
Komponen
Keterangan
Kamus data
Menjabarkan berkas (tabel) dan field
Utilitas
Digunakan untuk memudahkan pemakai dalam menciptakan basis data dan tabel serta dalam memanipulasi data
Pembangkit laporan
Memudahkan dalam membuat laporan
Pembangkit aplikasi
Memudahkan dalam membuat aplikasi
Keamanan akses
Mengatur hak akses pemakai
Pemulihan sistem
Untuk mengembalikn data ke basis data sekiranya terjadi kegagalan sistem




2.5  Jenis Data Menurut Pengaksesan
Menurut pengaksesannya, basis data dibedakan menjadi empat jenis, yaitu basis data individual, basis data perusahaan, basis data terdistribusi, dan bank data public (Williams dan Sawyer, 2003)
·         Basis data individual
Basis data individual adalah basis data yang digunakan oleh perorangan. Biasanya, basis data seperti ini banyak dijumpai di lingkungan PC. Visual dBASE, Microsoft Access, Corel Paradox, dan Filemaker Pro merupakan contoh perangkat lunak yang biasa digunakan untuk mengelola basis data untuk kepentingan pribadi, misalnya untuk mencatat data telepon atau daftar belanja bulanan.
·         Basis data perusahaan
Basis data perusahaan adalah basis data yang dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai dalam sebuah perusahaan dalam sebuah lokasi. Basis data seperti ini disimpan dalam sebuah server dan para pemakai dapat mengakses dari setiap komputer yang berkedudukan sebagai client.
·         Basis data terdistribusi
Basis data terdistribusi adalah basis data yang disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi. Model seperti ini banyak digunakan pada bank yang memiliki sejumlah cabang di berbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.
·         Bank data publik
Bank data publik adalah jenis basis data yang dapat diakses oleh siapa saja (publik). Sebagai contoh, banyak situs Web (misalnya Yahoo dan About.com) yang menyediakan data yang bersifat publik dan dapat diambil siapa saja dengan gratis. Namun, adakalanya seseorang harus menjadi anggota dan membayar iuran untuk memperoleh data publik.

Basis data individual dirancang oleh perorangan, sedangkan tiga basis data yang lain didesain yang dinamakan administrator basis data (Database Administrator atau DA) dan dikelola oleh seorang spesialis yang dinamakan administrator basis data (Database Administrator atau DBA).

2.6   Jenis Data pada Basis Data
DBMS masa kini mendukung berbagai jenis data dari teks, suara, hingga gambar. Tabel 2.3 memperlihatkan contoh berbagai nama tipe data pada berbagai DBMS.
Tabel 2.3 Data pada basis data
Tipe Data
Keterangan
Character (Virtual dBASE)
Char (SQL)
Text (Access)
Alpha (Paradox)
Menyatakan tipe data untuk menyimpan deretan karakter seperti nama orang atau nama mobil
Memo (Access dan Visual dBASE)
Text (PostgreSQL)
Untuk menyimpan deretan karakter dengan ukuran yang besar (melebihi 256 karakter)
Number (Access)
Numeric (Visual dBASE)
Untuk menyimpan data bilangam
Date/Time (Access)
Untuk menyimpan data jam dan tanggal
Date (Visual dBASE)
Date (PostgreSQL)
Untuk menyimpan tanggal
Time (PostgreSQL)
Untuk menyimpan data jam
Currency (Access)
Money (Paradox
Untuk menyimpan data uang
Yes/No (Access)
Logical (Visual dBASE)
Bool (PostgreSQL)
Untuk menyimpan data logika (benar atau salah)
OLE (Visual dBASE)
OLE Object (Access)
Untuk menyimpan OLE. Dapat berupa objek seperti gambar atau bahkan suara
Binary (Visual dBASE)
Untuk menyimpan data gambar atau suara
Graphics (Paradox)
Untuk menyimpan data gambar
Hyperlink (Access)
Untuk menyimpan data hyperlink
Point
Lseg
Path
Box
Circle
Polygon
Untuk menyimpan data geometric (Terdapat pada PostgreSQL)

2.7   Model Data
Model data dalah sekumpulan konsep terintegrasi yang dipakai untuk menjabarkan data, hubungan antardata, dan kekangan terhadap data yang digunakan untuk menjaga konsistensi. Kadang, model data disebut struktur data logis.
Model data yang umum pada saat ini ada 4 macam, yaitu (1) model data hierarkis, (2) model data jaringan, (3) model data relasional, dan (4) model data berbasis objek. Tiga model yang disebut pertama (model data hierarkis, jaringan, dan relasional) disebut model data yang berbasis rekaman (record-based data model).

2.7.1        Model Data Hierarki
Dari keempat model data yang telah diutarakan sebelumnya, model data hierarkis merupakan model data yang tertua. Sampai saat ini, mode ini masih digunakan untuk mengganti sistem reservasi penumpang. Contoh DBMS terkenal yang mengguanakan model ini yaitu IMS (IBM).
Model ini seringkali dijabarkan dalam bentuk pohon terbalik. Di dalam model ini dikenal dengan istilah orang tua dan anak. Masing-masing berupa suatu simpul dan terdapat hubungan bahwa setiap anak hanya bisa memiliki satu orang tua, sedangkan orang tua dapat memiliki sejumlah anak. Simpul tertinggi yang tidak memiliki orang tua disebut akar. Contoh konkret dapat dilihat pada Gambar 2.3. Gambar ini memperlihatkan hubungan dosen dan kelas yang diampu, serta mahasiswa yang mengikuti kelas masing-masing.

2.7.2        Model Data Jaringan
Model data ini dibuat untuk mengatasi masalah pada model hierarkis. Bentuknya menyerupai model hierarkis, tetapi dengan perbedaan:
o   Tidak mengenal akar.
o   Setiap anak bisa memiliki lebihd ari satu orang tua.

Mengingat bahwa anak bisa memiliki lebih dari sebuah orang tua, maka model data ini mendukung hubungan M:M (yaitu setiap orang tua dapat memiliki sejumlah anak dan seorang anak dapat memiliki sejumlah orang tua).

Gambar 2.4 memperlihatkan contoh model data jaringan didasarkan data yang sama pada model data hierarkis.
Model data jaringan dapat mengatasi masalah problem hubungan M:M yang muncul pada model data hierarkis, karena memang mendukung hubungan seperti itu. Namun, penanganannya tetap jauh lebih kompleks daripada model data relasional.
Produk DBMS terkenal dengan menggunakan model data jaringan yaitu IDMS/R (Computer Associates).

2.7.3        Model Data Relasional
Model data relasional menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua (yang biasa disebut relasi atau tabel), dengan setiap tabel tersusun atau sejumlah baris dan kolom. Contoh kolom dan baris diperlihatkan digambar 2.5 berikut
Kolom dapat didefinisikan sebagai satuan data terkecil dalam sebuah tabel yang mempunyai makna. Nama pegawai, alamat, dan nama bagian merupakan contoh-contoh kolom. Baris (kadangkala disebut record) adalah kumpulan kolom yang menyatakan suatu data yang saling terkait.
Pada model data relasional, kaitan atau asosiasi antara dua tabel disebut hubungan (relationship). Hubungan dapat berupa:
·         1-1, yakni satu data pada suatu tabel berpasangan dengan hanya satu daya pada tabel lain.
·         1-M, yakni satu data pada suatu tabel berpasangan dengan banyak data pada tabel lain.

2.7.4        Model Data Berbasis Objek
Model data berbasis objek adalah model data yang menerapkan teknik pemrograman berorientasi objek. Berbeda dengan tiga model yang telah dibahas di depan, model data berbasis objek mengemas data dan fungsi untuk mengakses data (metode) ke dalam bentuk objek.

DBMS yang menggunakan model ini biasa disebut OODBMS (Object Oriented DataBase Management System). Tabel 2.4 memperlihatkan seumlah OODBMS.

Tabel 2.4 Daftar OODBMS terkenal
OODBMS                
Vendor
Gemstone
Gemstone Systems (www.gemstone.com)
Matisse
ADB Inc.
Versant
Versant
Objectivity
Objectivity Inc. (www.objectivity.com)
ObjectStore
Object Design Inc.
Jeevan
W3Apps
Vision
Insyte
Poet
Poet Software (www.poet.com)
           
Beberapa DBMS tidak sepenuhnya berorientasi objek, melainkan menggunakan pendekatan objek-relasional. Data sebenarnya tetap bersifat relasional, tetapi untuk mengaksesnya disediakan pendekatan berorientasi objek. DBMS seperti ini biasanya disebut OORDBMS (Object Oriented-Relational DataBase Management System) atau ORDBMS (Object-Relational DataBase Management System). Contohnya adalah Visual dBASE 7.x.

2.8   Struktur Sistem Basis Data
Telah diketahui secara fisik data disimpan dalam bentuk kumpulan bit dan direkam dengan basis track di dalam media penyimpan eksternal. Dalam praktik, untuk kemudahan dalam mengakses data, data disusun dalam suatu struktur logika yang  menjelaskan bahwa:
§  Kumpulan tabel menyusun basis data,
§  Tabel tersusun atas sejumlah record,
§  Sebuah record mengandung sejumlah field, dan
§  Sebuah field disimpan dalam bentuk kumpulan bit.
Pengertian istilah masing-masing di depan adalah seperti berikut ini
·         Field (medan) menyatakan data terkecil yang memiliki makna. Istilah lain untuk field yaitu elemen data, kolom, item, dan atribut. Contoh field yaitu nama seseorang, jumlah barang yang dibeli, dan tanggal lahir seseorang.
·         Record (rekaman) menyatakan kumpulan dari sejumlah elemen data yang saling terkait. Sebagai contoh, nama, alamat, tanggal lahir, dan jenis kelamin dari seseorang menyusun sebuah record. Istilah lain yang juga menyatakan record yaitu tupelo dan baris.
·         Tabel menghimpun sejumlah record. Sebagai contoh, data pribadi dari semua pegawai disimpan dalam sebuah tabel.
·         Basis data adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi. Sebagai contoh, basus data akademis mengandung tabel-tabel yang berhubungan  dengan data mahasiswa, data jurusan, data matakuliah, data pengambilan matakuliah pada suatu semester, dan data lain yang diperoleh mahasiswa.

2.9   Bahasa Basis Data
Sistem basis data menyediakan bahasa pendefinisian data (Data Definitin Language-DDL) untuk menentukan skema basis data dan bahasa manipulasi data (Data Manipulation Language-DML) untuk menyatakan query dan update basis data. Pada praktiknya, DDL dan DML bukan merupakan dua bahasa yang terpisah melaikan membentuk bagian bahasa basis data, seperti bagian umum digunakan pada bahasa SQL.
1.      Data Definition Language (DDL)
Skema basis data ditentukan sekumpulan definisi yang dinyatakan dengan bahasa tertentu yang disebut Data Definition Language (DDL). Sebagai contoh, pernyataan berikut dalam bahasa SQL mendefinisikan tabel rekening.
Create table rekening
(no_rekening char(10), saldo integer)
Eksekusi pernyataan DDL diatas akan membuat tabel rekening. Sebagai tambahan, pernyaataan itu menambah kumpulan tabel yang disebut kamus data atau direktori data. Kamus data adalah istilah basis data yang mengacu pada definisi data yang disimpan dalam basis data yang dikendalikan oleh sistem manajemen basis data (McLeod,dkk.,2001).
Kamus data mengandung metadata, yaitu data tentang data. Skema sebuah tabel adalah contoh sebuah metadata. Sistem basis data akan mengecek kamus data sebelum membaca atau memodifikasi data sebenarnya. Struktur penyimpanan dan metode akses yang digunakan oleh sistem basisdata dengan menggunakan sekumpulan pernyaatan dalam tipe DDL tertentu disebut bahasa penyimpanan dan definisi data. Pernyataan ini menentukan penerapan detail skema basisdata, yang sering disembunyikan dari pengguna.
Nilai data yang disimpan dalam basis data harus sesuai dengan batasan tertentu. Sebagai contoh, saldo pada sebuah rekening tidak boleh di bawah Rp50.000,00. DDL menyediakan fasilitas untuk membuat batasan seperti itu. Basis data mengecek batasan setiap basis data diubah.

2.      Data Manipulation Language (DML)
Manipulasi data adalah:
·         Pengambilan informasi yang disimpan dalam basis data
·         Penempatan informasi baru dalam basis data
·         Penghapusan informasi dari basis data
·         Modifikasi informasi yang disimpan dalam basis data.
Bahasa manipulasi data (DML) adalah bahasa yang memungkinkan pengguna mengakses atau memanipulasi data seperti yang diatur oleh model data. Ada dua tipe DL yaitu:
·         DML Prosedural, mengharsuskan pengguna untuk menenytukan data yan dibutuhkan dan bagaimana mendapatkannya.
·         DML Deklaratif (disebut pula DML nonprocedural), mengharuskan pengguna menentukan data yang dibutuhkan tanpa menentukan bagaimana mendapatkannya.
DML deklaratif lebih muda dipelajari dan digunakan daripada DML prosedural. Namun, karena pengguna tidak harus menentukan cara menempatkan data, sistem basis data harus mencari alat yang efektif untuk mengakses data. Komponen DML dari bahasa SDL adalah nonprosedural.
Query adalah pernyataan yang meminta pengguna mengambil informasi. Bagian DML yang terlibat dalam pengambilan infomasi disebut bahasa query. Istilah bahasa query sering di samakan dengan istilah bahasa manipulasi data.
2.10          Penerapan Keamanan Basis Data
Penerapan Keamanan Basis Data harus diperhatikan karena ada kemungkinan terjadinya gangguan dari orang-orang, baik dalam maupun luar organisasi, tentunya hal demikian harus dilawan. Masalah lebih besar dapat terjadi ketika orang-orang dalam perusahaan harus menanggulangi kemungkinan kesalahan yang tak disengaja. Menghapus atau menimpa suatu file data, menghapus tabel, atau meng-update kolom secara tidak benar dengan tidak sengaja dapat menimbulkan masalah seperti yang ditimbulkan oleh hacker. Oleh karena itu, keamanan harus direncanakan dengan baik dan diintegrasikan dalam basis data. Basis data seharusnya tidak hanya menyediakan data pada pengguna, tetapi juga menyediakan proteksi pada data.
Berikut adalah upaya menjaga keamanan basis data :
1.      Menetapkan Pengakses Basis Data
Cara untuk mengntrol pengguna sistem basis data yaitu dengan menetapkan pengguna basis data terlebih dahulu. Ada beberapa kategori pengguna untuk setiap sistem informasi, mulai dari penggunana akhir sampai administrator sistem informasi. Masing-masing pengguna memiliki tingkat akses yang berbeda. Cara termudah menerapkan keamanan adalah memberi semua pengguna akses maksimum, tetapi kelemahannya adalah adanya kemungkinan kehilangan atau penyalagunaan data. Pengguna basis data harus mempunyai akses yang cukup untuk melaksanakan pekerjaannya. Dengan kata lain, akses yang diberikan kepada pengguna harus sekecil mungkin untuk menghindari masalah. Cara selanjutnya yaitu dengan  mengatur tingkatan akses dimana pengguna basis data diberi identitas pengguna dengan password dan kemampuan untuk berhubungan dengan basis data.  Keamanan tingkatan akses ini digunakan untuk mengontrol akses. Pengguna mempunyai akses, baik ke data maupun sumberdaya. Keduanya dapat dikontrol pada tingkatan basis data.
2.      Penanggungjawab Keamanan
Selanjutnya adalah penanggungjawab keamanan, tidak ada satu orang yang bertanggungjawab penuh terhadap keamanan. Semua pengguna harus bertanggungjawab pada penerapan, pelaksanaan, dan kepatuhan terhadap keamanan. Sistem administrator bertanggung jawab pada penerapan dan pelaksanaan. Semua pengguna harus patuh pada keamanan. Lebih lanjut, pengguna harus dapat dipercaya untuk menggunakan data yang mereka akses dengan benar. Kemudian, administrator harus membagi akses ke data secara berhati-hati dan aturan harus diikuti oleh semua pengguna.
3.      Menggunakan View dan Prosedur
View dan prosedur adalah mekanisme yang berhubungan dengan basis data relasional yang membantu meningkatkan fleksibilitas penerapan keamanan. Objek-objek sangat berguna untuk membatasi akses ke data dan menyaring bagian data yang dapat diakses oleh pengguna.
4.      Perancangan Sistem Manajemen Keamanan
Meskipun ada fitur keamanan built in seperti role, beberapa pengembang tetap membuat sistem pengaturan keamanan. Sistem pengaturan keamanan meliputi perancangan dan pembuatan tabel basis data yang digunakan oleh aplikasi untuk menentukan akses pengguna tertentu ke data. Kemudian, sistem pengaturan keamanan diperlukan hanya jika fitur built ini perangkat lunak basis data yang digunakan tidak memenuhi kebutuan keamanan organisasi. Sistem keamanan seperti ini sering hanya sebagai tambahan fitur pada perangkat lunak basis data.
5.      Tindakan Pencegahan Tambahan
Saat ini, basis data dan jaringan berhubungan erat. Dengan perkembangan aplikasi berbasis web, tren semakin berkembang. Keamanan web sangat utama pada sebagian besar aplikasi. Komunikasi internet basis data hampir selalu berdasarkan pada protocol TCP/IP. TCP/IP adalah protocol komunikasi data standar untuk web. Sayangnya, TCP/IP tidak mempunyai pengamanan. Data Anda dan nomor kartu kredit seseorang dapat dicuri apabila menggunakan TCP/IP. Pengamanan harus ditambahkan pada TCP/IP dari sumber lain agar basisdata web modern lebih aman.
6.      Pelanggaran Keamanan
Pelanggaran keamanan kadang diketahui melalui pengamatan basis data secara teratur atau selama pemecahan masalah. Pelanggaran bisa disengaja maupun tidak disengaja.
Berikut adalah langkah-langkah proaktif yang dapatdilakukan untuk mencegah pelanggaran keamanan:
·         Mengubah password administrator secara teratur.
·         Memaksa penggunan sering mengubah password.
·         Melarang penggunaan password bersama-sama.
·         Menghapus account pengguna yang tidak aktif
·         Menghapus account pengguna yang bukan pegawai
·         Melakukan pengawasan acak terhadap semua aktivitas
·         Melakukan audit basis data
·         Memberi pengertian pada pengguna akhir
·         Melakukan pelatihan keamanan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar