Selasa, 16 Desember 2014

SISTEM DAN INFORMASI

SISTEM DAN INFORMASI

A. KONSEP DASAR SISTEM
            Dalam mendefinisikan sistem terdapat dua kelompok pendekatan sistem, yaitu sistem yang lebih menekankan pada prosedur dan elemennya. Prosedur didefinisikan sebagai suatu urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakan, kapan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Sedangkan melalui pendekatan elemen, sistem didefinisikan sebagai bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud.


2.1.1 Karakteristik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai komponen-komponen, batas sistem, lingkungan luar sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah dan sasaran atau tujuan.
Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
Batasan Sistem
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan dan menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.

Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan juga merugikan. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus dijaga dan dipelihara.
Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, jika tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
Penghubung Sistem
Penghubung merupakan media yang menghubungkan antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini kemungkinan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lainnya melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
Masukan Sistem
Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masuka perawatan dan masukan sinyal maintance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat berjalan. Sinyal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran dari sistem.
Keluaran Sistem
Keluaran sistem adalah energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain.



Pengolahan Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
Sasaran Sistem
Suatu sistem mempunyai tujuan atau sasaran, kalau sistem tidak mempunyai sasaran maka sistem tidak akan ada. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya. Sasaran sangat berpengaruh pada masukan dan keluaran yang dihasilkan.

2.1.2 Klasifikasi Sistem
Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lainnya. Karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi yang ada didalam sistem tersebut. Oleh karena itu, sistem dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa sudut pandang. Seperti contoh sistem yang bersifat abstrak, sistem alamiah, sistem yang bersifat deterministic dan sistem yang bersifat terbuka dan tertutup. Adapun penjelasan lebih rinci akan dipaparkan di bawah ini.
Sistem diklasifikasikan sebagi sistem abstrak dan sistem fisik. Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.
Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah dan sistem buatan manusia. Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi karena proses alam tidak dibuat oleh manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia.
Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Sistem tertentu relatif stabil/konstan dalam jangka waktu yang lama. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
Sistem diklasifikasikan sebagi siste tertutup dan sistem terbuka. Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.

2.2 KONSEP DASAR INFORMASI
2.2.1 Data Versus Informasi
                        Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi (the description of things and events that we face). Sementara data bisnis (business data) didefinisikan sebagai deskripsi organisasi tentang suatu (resouces) dan kejadian (transactions) yang terjadi. Definisi data yang lain adalah data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kesatuan nyata (fact and entity) adalah berupa suatu objek nyata sperti tempat, benda dan orang yang benar-benar ada dan terjadi.
                        Dalam menganalisis dan merencanakan perancangan suatu sistem harus mengerti terlebih dahulu komponen-komponen yang ada dalam sistem tersebut. Darimana data dan informasi tersebut diperoleh dan kemana hasil pengolahan dta dan informasi tersebut diperlukan. Gordon . B. Davis (1985) mendefinisikan Informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti dan berguna bagi penerimanya untuk mengambil keputusan masa kini maupun yang akan datang. Raymond McLeod (1995) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya.
                        Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Informasi digunakan tidak hanya oleh satu otang pihak di dalam organisasi. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut.

2.2.2 Pengolahan Data (Data Processing)
Pengolahan data adalah masa atau waktu yang digunakan untuk mendeskripsikan perubahan bentuk data menjadi informasi yang memiliki kegunaan. Ada beberapa operasi yang dilakukan dalam pengolahan data, antara lain sebagai berikut.
Data masukan
Kumpulan data transaksi ke sebuah pengolahan data medium, merupakan data masukan.
Data transformasi
Beberapa bentuk data transformasi diantaranya adalah sebagi berikut.
Kalkulasi operasi aritmatik terhadap data field.
Menyimpulkan proses akumulasi beberapa data.
Melakukan klasifikasi terhadap data group-group tertentu.
Informasi keluaran
Menampilkan hasil merupakan kegiatan untuk menampilkan informasi yang dibutuhkan pemakai melalui monitor atau cetakan, sedangkan reproducing (memproduksi ulang) merupakan kegiatan penyimpanan data yang digunakan untuk pemakai lain yang membutuhkan. Telekomunikasi adalah kegiatan penyimpanan data secara elektronik melalui saluran komunikasi.




2.2.3  Siklus Informasi
Untuk memeperoleh informasi yang bermanfaat bagi penerimanya, perlu untuk dijelaskan bagaimana siklus yang terjadi atau dibutuhkan dalam menghasilkan informasi. Siklus informasi atau siklus pengolahan data adalah sebagai berikut.

Gambar 1.1 Siklus Informasi

2.2.4 Kualitas Informasi
Kualitas informasi (quality of information) sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh beberapa hal sebagai berikut.
 Relevan (relevancy)
Seberapa jauh tingkat relevansi informasi tersebut terhadap kenyataan kejadian masa lalu, kejadian hari ini, dan kejadian yang akan datang.
 Akurat (accuracy)
Suatu informasi dikatakan berkualitas jika seluruh kebutuhan informasi tersebut telah tersampaikan, seluruh pesan telah benar dan sesuai, serta pesan yang disampaikan sudah lengkap atau hanya sistem yang diinginkan oleh user.
 Tepat Waktu (timeliness)
Berbagai proses dapat diselesaikan dengan tepat waktu, laporan –laporan yang dibutuhkan dapat disampaikan tepat waktu.
Ekonomis (economy)
Informasi yang dihasilakn mempunyai daya jual yang tinggi, serta biaya operasional untuk menghasilkan informasi tersebut minimal, informasi tersebut  juga mampu memberikan dampak yang luas terhadap laju pertumbuhan ekonomi dan teknologi informasi.
Efisien (efficiency)
Informasi yang berkualitas memiliki sintaks ataupun kalimat yang sederhana, namun mampu memberikan makna dan hasil yang mendalam, atau bahkan menggetarkan setiap orang atau benda apapun yang menerimanya.
 Dapat dipercaya (reliability)
  Informasi tersebut berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Sumber tersebut juga telah teruji tingkat kejujurannya.

2.3 SISTEM INFORMASI
2.3.1 Definisi
Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai berikut.
Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.
Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan/atau untuk mengendalikan organisasi.
Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

2.3.2 Jenis Sistem Informasi
Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian.
Transaction Processing Systems (TPS)
TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer.
Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS)
OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek OAS seperti word processing, spreadsheets, electronic scheduling, dan komunikasi melalui voice mail, email dan video conferencing.
KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, insinyur dan doktor dengan membantu menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.
Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
Decision Support Systems (DSS)
DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai sumber data. DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
Sistem Ahli (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI)
AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli (juga disebut knowledge-based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuanseorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan DSS, DSS meningalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus. Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge-base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan anatarmuka pengguna.
Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work Systems (CSCW)
GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario. Kadang-kadang GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan.
Executive Support Systems (ESS)
ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.

2.3.3 Komponen Sistem Informasi
Kita dapat mengilustrasikan 5 komponen dalam sistem informasi seperti terlihat pada gambar 1.1
Kelima komponen tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
Hardware dan Software yang berfungsi sebagai mesin.
People dan procedures yang merupakan manusia san tatacara  menggunakan mesin.
Data merupakan jembatan penghubung antara manusia dan mesin agar terjadi suatu proses pengolahan data.

Gambar 1.2 Lima komponen Sistem Informasi

2.3.3.1 HARDWARE
a.  Peralatan penyimpanan data
Disk merupakan salah satu perangkat penyimpanan data yang paling sering digunakan. Disk diorganisasikan berupa silinder-silinder dengan tiap permukaan terdapat head yang ditumpuk secara vertikal. Head terdiri dari beberapa Track. Track terbagi menjadi sektor-sektor. Tiga faktor yang mempengaruhi waktu read/write block disk, yaitu:
Seek time (waktu menggerakkan lengan ke silinder),
Rotational delay (waktu sector berputar ke head),
Transfer time.
Dari ketiga faktor tersebut yang sangat dominan adalah seek time, jadi performance suatu media penyimpanan dapat ditingkatkan dengan mengurangi waktu rata-rata seek.
b. Peralatan input dan output
1. Peralatan Input
Peralatan input merupakan alat yang digunakan untuk menerima input (energi yang dimasukkan kedalam suatu sistem yang dapat berupa signal input atau maintance input). Signal input dapat berupa  energi yang akan diolah oleh sistem, sedangkan maintance input merupakan energi yang akan digunakan untuk mengolah signal input. Beberapa alat input mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai alat input sendiri dan sebagai alat output.
Peralatan input digolongkan kedalam 2 golongan:
Alat input langsung
Contoh: keyboard, pointing device, scanner, sensor, dan voice recognizer.
Alat input tidak langsung
Contoh:
Key-to-card merupakan alat yang memungkinkan operator memasukan data yang akan dipindahkan terlebih dahulu kedalam bentuk media punched card (kartu plong).
Key-to-tape merupakan alat yang memungkinkan operator untuk merekam data ke media simpanan luar pita magnetik terlebih dahulu sebelum diproses ke CPU.
Key-to-disk merupakan alat yang memungkinkan operator untuk merekamkan data terlebih dahulu ke media simpanan luar dan disk magnetik. 

2. Peralatan Output    
Peralatan output merupakan suatu alat keluaran/tampilan suatu data setelah mengalami proses. Output yang dihasilkan dari pengolahan data digolongkan kedalam 4 macam bentuk, yaitu:
Tulisan: terdiri dari huruf, kata, angka, karakter khusus dan simbol-simbol lain.
Image: didalam suatu bentuk grafik atau gambar.
Bentuk yang dapat dibaca oleh mesin dalam bentuk simbol yang hanya dibaca dan dimengerti oleh komputer.
Suara: dalam bentuk musik atau omongan.


Peralatan output terbagi dalam tiga bentuk, yaitu:
Hard copy device merupakan alat yang digunakan untuk mencetak tulisan.
Soft copy device merupakan alat yang digunakan untuk menampilkan tulisan pada media soft (lunak) yang berupa sinyal elektronik.
Drive device merupakan alat yang digunakan untuk merekam simbol dalam bentuk yang hanya dpat dibaca oleh mesin pada media. Alat ini berfungsi ganda sebagai alat input dan sebagai alat output.

3. Peralatan Komunikasi Data
Komunikasi data adalah satu bagian dari ilmu komunikasi yang mengkhususkan diri pada penyampaian informasi yang berupa teks dan gambar.

Unsur Pokok Komunikasi Data
Transmitter (Sumber)
Suatu alat yang dapat mengirim data melalui media transmisi ke receiver (penerima)

Receiver (Tujuan)
Suatu alat untuk menerima data dari transmitter melalui media transmisi.
Media Transmisi
Suatu media yang digunakan untuk mengirimkan data. Media transmisi dapat berupa:
Guided Media (twisted pair, coaxial cable, fiber optic cable), dan
Unguided Media (microwave, satellite, infrared, cellular radio).
Informasi yang berupa Data

Komponen sistem komunikasi data
Terminal
Terminal adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk memasukkan data dan menampilkan data pada suatu jaringan komunikasi data. Jenis-jenis terminal:
Visual Display Terminal
Batch Processing Terminal
Transaction Terminal
Intelligent Terminal
Modem (Modulator Demodulator)
Modem adalah suatu alat yang merubah sinyal digital yang dikirimkan oleh komputer dan peralatan digital lainnya menjadi sinyal analog (proses modulasi) dan mentransmisikannya melalui saluran telepon serta merubah sinyal analog menjadi sinyal digital (proses demudulasi) untuk dikirimkan kepada komputer).


Digital Concentrator
Digital Concentrator adalah sebuah tipe dari multiplexer yang mengkombinasikan banyak saluran ke medium transmisi tunggal sehingga semua saluran individual dapat secara aktif.
Multiplexer
Multiplexer adalah sebuah alat komunikasi yang menggabungkan beberapa sinyal untuk ditransmisikan dalam sebuah medium tunggal. Demultiplexor melengkapi proses dengan memisahkan sinyal yang digabung dari saluran transmisi. Seringkali multiplexor dan demulti-plexor dikombinasikan kedalam sebuah alat tunggal yang mampu memproses sinyal yang keluar dan masuk. Multiplexor sering disebut juga Mux dan terkadang diucapkan dengan Multiplexer.

2.3.3.2 SOFTWARE
Software merupakan kumpulan dari perintah/fungsi yang ditulis dengan aturan tertentu untuk memerintahkan komputer melaksanakan tugas tertentu.

2.3.3.3 DATA
Data merupakan komponen dasar darii informasi yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi. Himpunan data akan memiliki sifat yang unik, antara lain sebgau berikut.
Saling berkaitan (Interrelated); data-data tersebut akan saling berkaitan/terintegrasi dan tersimpan secara terorganisir didalam suatu media penyimpanan.
Kebersamaan (Shared); data yang terintegrasi tesebut dapat diakses oleh berbagai macam pengguna/orang tetapi hanya satu yang dapat merubahnya yaitu Database Administrator (DBA).
Terkendali (Controlled); data yang terintegrasi tersebut hanya dapat diubah oleh seorang Database Administrator (DBA).

2.3.3.4 PROSEDUR
Dokumentasi prosedur/proses sistem, buku penuntun operasional dan teknis. Prosedur menghubungkan berbagai perintah, dan aturan yang akan menentukan rancangan dan penggunaan sistem informasi. Pengguna dari sistem dan staff yang akan mengatur dan merancang sistem informasi berdasarkan prosedur-prosedur yang didokumentasikan. Dokumen tersebut berisi tentang bagaimana cara menggunakan dan menjalankan suatu sistem.

2.3.3.5 MANUSIA
Manusia adalah mereka yang terlibat dalam kegiatan sistem informasi seperti operator, pemimpin sistem informasi dan sebagainya. Database merupakan kumpulan file yang saling terintegrasi, namun darabase tidak akan dapat diakses oleh siapapun tanpa adanya software aplikasi. Gabungan database dan software aplikasi tersebut yang dinamakan DBMS. DBMS yang sudah ada dengan software aplikasi yang sangat canggih tidak akan berfungsi dan bermanfaat bila tidak ada orang yang dapat mengakses dan mendesainnya dengan baik. Orang yang dimaksud adalah People/pengguna. People/pengguna akan berinteraksi dengan mesin (software dan hardware) melalui berbagai prosedur dan aturan-aturan formal yang berlaku. Kumpulan dari DBMS dengan manusia yang akan mengaksesnya dinamakan Sistem Informasi, sehingga kalau kita berbicara manusia dan data, maka tidak akan terlepas dari Database dan DBMS.
Pelaku sistem terdiri dari 7 kelompok :
1.    Pemakai
Pada umumnya ada 3 jenis pemakai, yaitu operasional, pengawas dan eksekutif.
2.    Manajemen
Umumnya terdiri dari 3 jenis manajemen, yaitu manajemen pemakai yang bertugas
menangani pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang terlibat dalam pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat dalam strategi perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan. Kelompok manajemen biasanya terlibat dengan keputusan yang berhubungan dengan orang, waktu dan uang.
3.    Pemeriksa
Ukuran dan kerumitan sistem yang dikerjakan dan bentuk alami organisasi dimana sistem tersebut diimplementasikan dapat menentukan kesimpulan perlu tidaknya pemeriksa. Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran-ukuran standar yang dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis.
4.    Penganalisa sistem
Fungsi-fungsinya antara lain sebagai :
- Arkeolog: yaitu yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama berjalan,bagaimana sistem tersebut dijalankan dan segala hal yang menyangkut sistem lama.
- Inovator: yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka wawasan  pemakai       pemakaibagi kemungkinan-kemungkinan lain.
- Mediator:   yaitu yang menjalankan fungsi komunikasi dari semua level, antara    lainpemakai, manajer, programmer, pemeriksa dan pelaku sistem yang lainnya yangmungkin belum punya sikap dan cara pandang yang sama.
- Pimpinan proyek: Penganalisa sistem haruslah personil yang lebih berpengalaman dari programmer atau desainer. Selain itu mengingat penganalisa sistem umumnya ditetapkan terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan sebelum yang lain bekerja, adalah hal yang wajar jika penanggung jawab pekerjaan menjadi porsi penganalisa sistem.
5.    Pendesain sistem
Pendesain sistem menerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan pemakai yang tidak berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian ditransformasikan ke desain arsitektur tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer.
6.    Programmer
Mengerjakan dalam bentuk program dari hasil desain yang telah diterima dari pendesain.
7.    Personel pengoperasian
Bertugas dan bertanggungjawab di pusat komputer misalnya jaringan, keamanan perangkat keras, keamanan perangkat lunak, pencetakan dan backup. Pelaku ini mungkintidak diperlukan bila sistem yang berjalan tidak besar dan tidak membutuhkan klasifikasikhusus untuk menjalankan sistem.


2.3.4 Kegiatan Sistem Informasi
a.    Input
  Menggambarkan suatu kegiatan untuk menyediakan data untuk diproses.
Proses
Menggambarkan bagaimana sutau data diproses unuk menghasilkan suatu informasi yang bernilai tambah.
Output
Suatu kegiatan untuk menghasilkan laporan dari proses diatas tersebut.
Penyimpanan
Suatu kegiatan untuk memelihara dna menyimpan data.
Control
Suatu aktivitas untuk menjamin bahwa sistem informasi tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah kumpulan dari sistem manajemen atau sistem yang menyediakan informasi yang bertujuan mendukung operasi manajemen dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi yang cenderung berhubungan dengan pengolahan informasi yang berbasis pada komputer (computer base information processing) dengan mempertimbangkan informasi apa, untuk siapa, dan kapan harus disajikan.
           
2.3.5 Detail Komponen Sistem Informasi
Komponen sistem informasi secara garis besar dapat dikelompokkan ke dalam 6 blok, yaitu:
Blok Masukan (Input Block)
Komponen input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi.

Blok Model (Model Block)
Komponen ini yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
Blok Keluaran (Output Block)
Komponen output informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
Blok Teknologi (Technology Block)
Komponen teknologi merupakan alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output, dan membantu pengendalian sistem.
e.    Blok Basis Data (Database Block)
Komponen basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan didalam komputer dengan menggunakan software database.
f.    Blok Kendali (Controls Block)
Komponen ini dirancang untuk menanggulangi gangguan terhadap sistem informasi.

2.3.6 Unit Layanan Sistem Informasi
Organisasi yang memiliki sistem informasi umumnya mempunyai wadah atau bagian dengan nama EDP (Electronic Data Processing) atau PDE (Pengolahan Data Elektronis), MIS (Management Information System), teknologi informasi, ataupun nama semacam itu. Akan tetapi struktur organisasi sistem informasi sangat bervariasi; bergantung pada kompleksitas pekerjaan yang ditangani. Sebadai contoh, pada berbagai perusahaan bersekala kecil, bagian penunjang sistem informasi tidak memilliki manajer sistem informasi; hanya terdiri dari para teknisi pelaksana. Namun pada perusahaan besar bagian ini bisa di pimpin oleh direktur.
Struktur organisasi sistem informasi terpusat
Struktur organisasi sistem informasi tersebar
Di dalam organisasi yang memiliki staff penunjang sistem informasi, semua pegawai yang berada di bawah bagian sistem informasi di sebut profesional sistem informasi (atau profesional teknologi informasi). Adapun staff di luar bagian sistem informasi yang menggunakan sistem, biasa disebut pemakai-akhir (end user).



Pengembangan Sistem Informasi
Ada banyak cara dalam mengembangkan sistem informasi. Seperti insourcing, prototyping, pemakaian paket perangkat lunak, selfsourcing, dan outsourcing.
Insourcing
Pada masa sekarang masih banyak perusahaan yang menggandakan sistem informasi dengan cara melakukan pengembangan sendiri atau yang dikenal dengan istilah insourcing. Pengembangan ini dilakukan oleh para spesialis sistem informasi yang berada dalam departemen EDP (Electronic Data Processing),  IT (Information Technology), atau IS (Information System). Pengembangan sistem umumnya dilakukan dengan menggunakan SDLC (System Development Life Cycle) atau daur hidup pengembangan sistemdengan SDLC ini, organisasi akan mengikuti enam langkah penting yaitu:
Perencanaan
Yaitu membentuk rencaa pengembangan sistem informasi yang memenuhi rencana-rencana strategis dalam organisasi.
Penentuan lingkup
Yaitu menentukan lingkup sistem yang diusukan untuk dibangun.
Analisis
Yaitu menentukan kebutuhan-kebutuhan sistem yang diusulkan
Desain
Yaitu merancang sistem yang memenuhi keutuhan-kebutuhan yang diperoleh pada tahapan analisis.
Implementasi
Yaitu membuat sistem dan menyiapkan infrastruktur untuk sistem.

Pemeliharaan
Yaitu mendukung sistem yang telah berjalan.

Prototyping
Prototyping merupakan suatu pendekatan yang membuat suatu model yang memperlihatkan fitur-fitur suatu produk, layanan, atau sistem usulan. Modelnya dikenal dengan sebutan prototype.
Langkah dalam prototyping adalah seperti berikut :
Mengidentifikasi kebutukan-kebutuhan dasar pemakai. Dalam hal ini, perancang sistem bekerja dengan pemakai untuk menangkap informasi dasar yang diperlukan pemakai.
Mengembangkan sebuah prototipe. Perancang sistem menciptakan sebuah prototipe dengan cepat. Dengan menggunakan perangkat lunak generasi ke empat atau perangkat lain (yaitu CASE).
Menggunakan prototipe. Pada tahapan ini, pemakai diminta untuk bekerja dengan sistem untuk menentukan cocok tidaknya prototipe terhadap kebutuhan pemakai dan diharapkan pemakai memberi saran-saran untuk perbaikan prototipe.
Memperbaiki dan meningkatkan prototipe. Prototipe diperbaiki sesuai dengan semua perubahan yang diminta atau disarankan oleh pemakai. Setelah diperbaiki, langkah 3 dan 4 dilakukan secara terus-menerus sampai pemakai merasa puas.

Pemakaian Paket Perangkat lunak
Kadangkala, karena waktu yang sangat pendek terhadap tenggat waktu yang ditentukan oleh manajemen, bagian sistem informasi tidak mampu mengembangkan sendiri aplikasi yang diperlukan perusahaan. Sebagai gantinya, dilakukan pembelian paket perangkat lunak, yaitu perangkat lunak yang dibuat oleh suatu vedor yang ditunjukan untuk menangani masalah tertentu.dengan menggunakan perangkat lunak seperti ini, para spesialis sistem informasi tidak perlu membuat program dan tentu saja hal ini akan menyingkat waktu tersedianya sistem informasi yang dikehendaki.

Selfsourcing
Alternatif lain dalam mengembangkan sistem yakni berupa selfsourcing. Selfsourcing adalah suatu model pengembangan dan dukungan sistem informasi yang dilakukan oleh para pekerja di suatu area fungsional dalam organisasi dengan sedikit bantuan dari pihak spesialis sistem infomasi atau tanpa sama sekali. Model ini deikenal juga dengan istilah end-user computing atau user application development.
Outsourcing
Saat ini, terdapat pula kecenderungan untuk mengadakan sistem informasi melalui outsourcing. Outsourcing adalah pendelegasian terhadap suatu pekerjaan dalam sebuah organisasi ke pihak lain dengan jangka waktu tertentu, biaya tertentu, dan layanan tertentu. Bentuk outsourcing yang umum dilakukan pada perusahaan-perusahaan di indonesia adalah dalam bidang layanan kebersihan ruangan. Dalam bidang teknologi informasi, beberapa bank di indonesia telah menerapkan outsourcing. Dalam hal ini, pengembangan sistem dilakukan oleh perusahaan luar.
Alasan pemilihan outsourcing bermacam-macam. Namun, secara prinsip ada lima alasan yaitu :
Menghemat uang – memperoleh Return on Investment (ROI) lebih besar.
Fokus pada kompetensi utama.
Mencapai kepegawaian yang fleksibel.
Mendapatkan akses ke sumber daya global.

Memperpendek untuk masuk ke pasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar