SISTEM DAN INFORMASI
A. KONSEP DASAR SISTEM
Dalam
mendefinisikan sistem terdapat dua kelompok pendekatan sistem, yaitu sistem
yang lebih menekankan pada prosedur dan elemennya. Prosedur didefinisikan
sebagai suatu urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang
menerangkan apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakan, kapan dikerjakan
dan bagaimana mengerjakannya. Sedangkan melalui pendekatan elemen, sistem
didefinisikan sebagai bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi
bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud.
2.1.1 Karakteristik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat
tertentu, yaitu mempunyai komponen-komponen, batas sistem, lingkungan luar
sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah dan sasaran atau tujuan.
Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling
berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan.
Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem
atau bagian-bagian dari sistem.
Batasan Sistem
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu
sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem
ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan dan menunjukkan
ruang lingkup dari sistem tersebut.
Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun di luar
batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem
dapat bersifat menguntungkan dan juga merugikan. Lingkungan luar yang
menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus dijaga dan
dipelihara.
Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan
dan dikendalikan, jika tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari
sistem.
Penghubung Sistem
Penghubung merupakan media yang menghubungkan antara satu
subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini kemungkinan
sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Keluaran
dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lainnya melalui
penghubung. Dengan penghubung satu subsistem yang lainnya membentuk satu
kesatuan.
Masukan Sistem
Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam
sistem. Masukan dapat berupa masuka perawatan dan masukan sinyal maintance
input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat berjalan.
Sinyal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran dari
sistem.
Keluaran Sistem
Keluaran sistem adalah energi yang diolah dan diklasifikasikan
menjadi keluaran yang berguna. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem
yang lain.
Pengolahan Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau
sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan
menjadi keluaran.
Sasaran Sistem
Suatu sistem mempunyai tujuan atau sasaran, kalau sistem
tidak mempunyai sasaran maka sistem tidak akan ada. Suatu sistem dikatakan
berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya. Sasaran sangat berpengaruh pada
masukan dan keluaran yang dihasilkan.
2.1.2 Klasifikasi Sistem
Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu
komponen dengan komponen lainnya. Karena sistem memiliki sasaran yang berbeda
untuk setiap kasus yang terjadi yang ada didalam sistem tersebut. Oleh karena
itu, sistem dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa sudut pandang. Seperti
contoh sistem yang bersifat abstrak, sistem alamiah, sistem yang bersifat deterministic
dan sistem yang bersifat terbuka dan tertutup. Adapun penjelasan lebih rinci
akan dipaparkan di bawah ini.
Sistem diklasifikasikan sebagi sistem abstrak dan sistem
fisik. Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang
tidak tampak secara fisik. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.
Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah dan sistem
buatan manusia. Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi karena proses alam
tidak dibuat oleh manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang
oleh manusia.
Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic
system) dan sistem tak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi
dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Sistem tertentu relatif
stabil/konstan dalam jangka waktu yang lama. Sistem tak tentu adalah sistem
yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur
probabilitas.
Sistem diklasifikasikan sebagi siste tertutup dan sistem
terbuka. Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak
terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem terbuka adalah sistem yang
berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
2.2 KONSEP DASAR INFORMASI
2.2.1 Data Versus Informasi
Data
adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi (the description of
things and events that we face). Sementara data bisnis (business data)
didefinisikan sebagai deskripsi organisasi tentang suatu (resouces) dan
kejadian (transactions) yang terjadi. Definisi data yang lain adalah data
merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan
nyata. Kesatuan nyata (fact and entity) adalah berupa suatu objek nyata sperti
tempat, benda dan orang yang benar-benar ada dan terjadi.
Dalam
menganalisis dan merencanakan perancangan suatu sistem harus mengerti terlebih
dahulu komponen-komponen yang ada dalam sistem tersebut. Darimana data dan
informasi tersebut diperoleh dan kemana hasil pengolahan dta dan informasi
tersebut diperlukan. Gordon . B. Davis (1985) mendefinisikan Informasi sebagai
data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti dan berguna bagi
penerimanya untuk mengambil keputusan masa kini maupun yang akan datang.
Raymond McLeod (1995) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diolah
menjadi bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya.
Kegunaan
informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan
tentang suatu keadaan. Informasi digunakan tidak hanya oleh satu otang pihak di
dalam organisasi. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih
efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut.
2.2.2 Pengolahan Data (Data Processing)
Pengolahan data adalah masa atau waktu yang digunakan
untuk mendeskripsikan perubahan bentuk data menjadi informasi yang memiliki
kegunaan. Ada beberapa operasi yang dilakukan dalam pengolahan data, antara
lain sebagai berikut.
Data masukan
Kumpulan data transaksi ke sebuah pengolahan data medium,
merupakan data masukan.
Data transformasi
Beberapa bentuk data transformasi diantaranya adalah
sebagi berikut.
Kalkulasi operasi aritmatik terhadap data field.
Menyimpulkan proses akumulasi beberapa data.
Melakukan klasifikasi terhadap data group-group tertentu.
Informasi keluaran
Menampilkan hasil merupakan kegiatan untuk menampilkan
informasi yang dibutuhkan pemakai melalui monitor atau cetakan, sedangkan reproducing
(memproduksi ulang) merupakan kegiatan penyimpanan data yang digunakan untuk
pemakai lain yang membutuhkan. Telekomunikasi adalah kegiatan penyimpanan data
secara elektronik melalui saluran komunikasi.
2.2.3 Siklus
Informasi
Untuk memeperoleh informasi yang bermanfaat bagi penerimanya,
perlu untuk dijelaskan bagaimana siklus yang terjadi atau dibutuhkan dalam
menghasilkan informasi. Siklus informasi atau siklus pengolahan data adalah
sebagai berikut.
Gambar 1.1 Siklus Informasi
2.2.4 Kualitas Informasi
Kualitas informasi (quality of information) sangat
dipengaruhi atau ditentukan oleh beberapa hal sebagai berikut.
Relevan (relevancy)
Seberapa jauh tingkat relevansi informasi tersebut
terhadap kenyataan kejadian masa lalu, kejadian hari ini, dan kejadian yang
akan datang.
Akurat (accuracy)
Suatu informasi dikatakan berkualitas jika seluruh
kebutuhan informasi tersebut telah tersampaikan, seluruh pesan telah benar dan
sesuai, serta pesan yang disampaikan sudah lengkap atau hanya sistem yang
diinginkan oleh user.
Tepat Waktu (timeliness)
Berbagai proses dapat diselesaikan dengan tepat waktu,
laporan –laporan yang dibutuhkan dapat disampaikan tepat waktu.
Ekonomis (economy)
Informasi yang dihasilakn mempunyai daya jual yang
tinggi, serta biaya operasional untuk menghasilkan informasi tersebut minimal,
informasi tersebut juga mampu memberikan
dampak yang luas terhadap laju pertumbuhan ekonomi dan teknologi informasi.
Efisien (efficiency)
Informasi yang berkualitas memiliki sintaks ataupun
kalimat yang sederhana, namun mampu memberikan makna dan hasil yang mendalam,
atau bahkan menggetarkan setiap orang atau benda apapun yang menerimanya.
Dapat dipercaya (reliability)
Informasi
tersebut berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Sumber tersebut juga telah
teruji tingkat kejujurannya.
2.3 SISTEM INFORMASI
2.3.1 Definisi
Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai berikut.
Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari
komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan
informasi.
Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat
dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan/atau untuk
mengendalikan organisasi.
Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan
kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan
kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu
dengan laporan-laporan yang diperlukan.
2.3.2 Jenis Sistem Informasi
Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang
berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Sistem informasi dapat dibagi
menjadi beberapa bagian.
Transaction Processing Systems (TPS)
TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang
dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis
rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level
organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan
eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh
manajer.
Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work
Systems (KWS)
OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung
pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya
menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau
memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara
keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek
OAS seperti word processing, spreadsheets, electronic scheduling, dan
komunikasi melalui voice mail, email dan video conferencing.
KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan,
insinyur dan doktor dengan membantu menciptakan pengetahuan baru dan
memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.
Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum
tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis
keputusan dan pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan
untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi
informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
Decision Support Systems (DSS)
DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data
sebagai sumber data. DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi
mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual
tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
Sistem Ahli (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI)
AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang
berfungsi secara cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami
bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem
sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan
pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna
bisnis. Sistem ahli (juga disebut knowledge-based systems) secara efektif
menangkap dan menggunakan pengetahuanseorang ahli untuk menyelesaikan masalah
yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan DSS, DSS meningalkan
keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi
solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus. Komponen dasar sistem ahli adalah
knowledge-base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan pengguna
dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan
anatarmuka pengguna.
Group Decision Support Systems (GDSS) dan
Computer-Support Collaborative Work Systems (CSCW)
GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama
menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner,
konsultasi dan skenario. Kadang-kadang GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup
pendukung perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim
melalui komputer yang terhubung dengan jaringan.
Executive Support Systems (ESS)
ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM
dan ESS membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal
dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang
bisa diakses seperti kantor.
2.3.3 Komponen Sistem Informasi
Kita dapat mengilustrasikan 5 komponen dalam sistem
informasi seperti terlihat pada gambar 1.1
Kelima komponen tersebut dapat diklasifikasikan sebagai
berikut.
Hardware dan Software yang berfungsi sebagai mesin.
People dan procedures yang merupakan manusia san
tatacara menggunakan mesin.
Data merupakan jembatan penghubung antara manusia dan
mesin agar terjadi suatu proses pengolahan data.
Gambar 1.2 Lima komponen Sistem Informasi
2.3.3.1 HARDWARE
a. Peralatan
penyimpanan data
Disk merupakan salah satu perangkat penyimpanan data yang
paling sering digunakan. Disk diorganisasikan berupa silinder-silinder dengan
tiap permukaan terdapat head yang ditumpuk secara vertikal. Head terdiri dari
beberapa Track. Track terbagi menjadi sektor-sektor. Tiga faktor yang
mempengaruhi waktu read/write block disk, yaitu:
Seek time (waktu menggerakkan lengan ke silinder),
Rotational delay (waktu sector berputar ke head),
Transfer time.
Dari ketiga faktor tersebut yang sangat dominan adalah seek
time, jadi performance suatu media penyimpanan dapat ditingkatkan dengan
mengurangi waktu rata-rata seek.
b. Peralatan input dan output
1. Peralatan Input
Peralatan input merupakan alat yang digunakan untuk
menerima input (energi yang dimasukkan kedalam suatu sistem yang dapat berupa signal
input atau maintance input). Signal input dapat berupa energi yang akan diolah oleh sistem,
sedangkan maintance input merupakan energi yang akan digunakan untuk mengolah signal
input. Beberapa alat input mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai alat input
sendiri dan sebagai alat output.
Peralatan input digolongkan kedalam 2 golongan:
Alat input langsung
Contoh: keyboard, pointing device, scanner, sensor, dan
voice recognizer.
Alat input tidak langsung
Contoh:
Key-to-card merupakan alat yang memungkinkan operator
memasukan data yang akan dipindahkan terlebih dahulu kedalam bentuk media punched
card (kartu plong).
Key-to-tape merupakan alat yang memungkinkan operator
untuk merekam data ke media simpanan luar pita magnetik terlebih dahulu sebelum
diproses ke CPU.
Key-to-disk merupakan alat yang memungkinkan operator
untuk merekamkan data terlebih dahulu ke media simpanan luar dan disk
magnetik.
2. Peralatan Output
Peralatan output merupakan suatu alat keluaran/tampilan
suatu data setelah mengalami proses. Output yang dihasilkan dari pengolahan
data digolongkan kedalam 4 macam bentuk, yaitu:
Tulisan: terdiri dari huruf, kata, angka, karakter khusus
dan simbol-simbol lain.
Image: didalam suatu bentuk grafik atau gambar.
Bentuk yang dapat dibaca oleh mesin dalam bentuk simbol
yang hanya dibaca dan dimengerti oleh komputer.
Suara: dalam bentuk musik atau omongan.
Peralatan output terbagi dalam tiga bentuk, yaitu:
Hard copy device merupakan alat yang digunakan untuk
mencetak tulisan.
Soft copy device merupakan alat yang digunakan untuk
menampilkan tulisan pada media soft (lunak) yang berupa sinyal elektronik.
Drive device merupakan alat yang digunakan untuk merekam
simbol dalam bentuk yang hanya dpat dibaca oleh mesin pada media. Alat ini
berfungsi ganda sebagai alat input dan sebagai alat output.
3. Peralatan Komunikasi Data
Komunikasi data adalah satu bagian dari ilmu komunikasi
yang mengkhususkan diri pada penyampaian informasi yang berupa teks dan gambar.
Unsur Pokok Komunikasi Data
Transmitter (Sumber)
Suatu alat yang dapat mengirim data melalui media
transmisi ke receiver (penerima)
Receiver (Tujuan)
Suatu alat untuk menerima data dari transmitter melalui
media transmisi.
Media Transmisi
Suatu media yang digunakan untuk mengirimkan data. Media
transmisi dapat berupa:
Guided Media (twisted pair, coaxial cable, fiber optic
cable), dan
Unguided Media (microwave, satellite, infrared, cellular
radio).
Informasi yang berupa Data
Komponen sistem komunikasi data
Terminal
Terminal adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk
memasukkan data dan menampilkan data pada suatu jaringan komunikasi data.
Jenis-jenis terminal:
Visual Display Terminal
Batch Processing Terminal
Transaction Terminal
Intelligent Terminal
Modem (Modulator Demodulator)
Modem adalah suatu alat yang merubah sinyal digital yang
dikirimkan oleh komputer dan peralatan digital lainnya menjadi sinyal analog
(proses modulasi) dan mentransmisikannya melalui saluran telepon serta merubah
sinyal analog menjadi sinyal digital (proses demudulasi) untuk dikirimkan
kepada komputer).
Digital Concentrator
Digital Concentrator adalah sebuah tipe dari multiplexer yang
mengkombinasikan banyak saluran ke medium transmisi tunggal sehingga semua
saluran individual dapat secara aktif.
Multiplexer
Multiplexer adalah sebuah alat komunikasi yang
menggabungkan beberapa sinyal untuk ditransmisikan dalam sebuah medium tunggal.
Demultiplexor melengkapi proses dengan memisahkan sinyal yang digabung dari
saluran transmisi. Seringkali multiplexor dan demulti-plexor dikombinasikan
kedalam sebuah alat tunggal yang mampu memproses sinyal yang keluar dan masuk.
Multiplexor sering disebut juga Mux dan terkadang diucapkan dengan Multiplexer.
2.3.3.2 SOFTWARE
Software merupakan kumpulan dari perintah/fungsi yang
ditulis dengan aturan tertentu untuk memerintahkan komputer melaksanakan tugas
tertentu.
2.3.3.3 DATA
Data merupakan komponen dasar darii informasi yang akan
diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi. Himpunan data akan memiliki
sifat yang unik, antara lain sebgau berikut.
Saling berkaitan (Interrelated); data-data tersebut akan
saling berkaitan/terintegrasi dan tersimpan secara terorganisir didalam suatu
media penyimpanan.
Kebersamaan (Shared); data yang terintegrasi tesebut
dapat diakses oleh berbagai macam pengguna/orang tetapi hanya satu yang dapat
merubahnya yaitu Database Administrator (DBA).
Terkendali (Controlled); data yang terintegrasi tersebut
hanya dapat diubah oleh seorang Database Administrator (DBA).
2.3.3.4 PROSEDUR
Dokumentasi prosedur/proses sistem, buku penuntun
operasional dan teknis. Prosedur menghubungkan berbagai perintah, dan aturan
yang akan menentukan rancangan dan penggunaan sistem informasi. Pengguna dari
sistem dan staff yang akan mengatur dan merancang sistem informasi berdasarkan
prosedur-prosedur yang didokumentasikan. Dokumen tersebut berisi tentang
bagaimana cara menggunakan dan menjalankan suatu sistem.
2.3.3.5 MANUSIA
Manusia adalah mereka yang terlibat dalam kegiatan sistem
informasi seperti operator, pemimpin sistem informasi dan sebagainya. Database
merupakan kumpulan file yang saling terintegrasi, namun darabase tidak akan
dapat diakses oleh siapapun tanpa adanya software aplikasi. Gabungan database dan
software aplikasi tersebut yang dinamakan DBMS. DBMS yang sudah ada dengan software
aplikasi yang sangat canggih tidak akan berfungsi dan bermanfaat bila tidak ada
orang yang dapat mengakses dan mendesainnya dengan baik. Orang yang dimaksud
adalah People/pengguna. People/pengguna akan berinteraksi dengan mesin (software
dan hardware) melalui berbagai prosedur dan aturan-aturan formal yang berlaku.
Kumpulan dari DBMS dengan manusia yang akan mengaksesnya dinamakan Sistem
Informasi, sehingga kalau kita berbicara manusia dan data, maka tidak akan
terlepas dari Database dan DBMS.
Pelaku sistem terdiri dari 7 kelompok :
1. Pemakai
Pada umumnya ada 3 jenis pemakai, yaitu operasional,
pengawas dan eksekutif.
2. Manajemen
Umumnya terdiri dari 3 jenis manajemen, yaitu manajemen
pemakai yang bertugas
menangani pemakaian dimana sistem baru diterapkan,
manajemen sistem yang terlibat dalam pengembangan sistem itu sendiri dan
manajemen umum yang terlibat dalam strategi perencanaan sistem dan sistem pendukung
pengambilan keputusan. Kelompok manajemen biasanya terlibat dengan keputusan
yang berhubungan dengan orang, waktu dan uang.
3. Pemeriksa
Ukuran dan kerumitan sistem yang dikerjakan dan bentuk
alami organisasi dimana sistem tersebut diimplementasikan dapat menentukan
kesimpulan perlu tidaknya pemeriksa. Pemeriksa biasanya menentukan segala
sesuatunya berdasarkan ukuran-ukuran standar yang dikembangkan pada banyak
perusahaan sejenis.
4. Penganalisa
sistem
Fungsi-fungsinya antara lain sebagai :
- Arkeolog: yaitu yang menelusuri bagaimana sebenarnya
sistem lama berjalan,bagaimana sistem tersebut dijalankan dan segala hal yang
menyangkut sistem lama.
- Inovator: yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka
wawasan pemakai pemakaibagi kemungkinan-kemungkinan
lain.
- Mediator: yaitu
yang menjalankan fungsi komunikasi dari semua level, antara lainpemakai, manajer, programmer, pemeriksa
dan pelaku sistem yang lainnya yangmungkin belum punya sikap dan cara pandang
yang sama.
- Pimpinan proyek: Penganalisa sistem haruslah personil
yang lebih berpengalaman dari programmer atau desainer. Selain itu mengingat
penganalisa sistem umumnya ditetapkan terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan
sebelum yang lain bekerja, adalah hal yang wajar jika penanggung jawab
pekerjaan menjadi porsi penganalisa sistem.
5. Pendesain
sistem
Pendesain sistem menerima hasil penganalisa sistem berupa
kebutuhan pemakai yang tidak berorientasi pada teknologi tertentu, yang
kemudian ditransformasikan ke desain arsitektur tingkat tinggi dan dapat
diformulasikan oleh programmer.
6. Programmer
Mengerjakan dalam bentuk program dari hasil desain yang
telah diterima dari pendesain.
7. Personel
pengoperasian
Bertugas dan bertanggungjawab di pusat komputer misalnya
jaringan, keamanan perangkat keras, keamanan perangkat lunak, pencetakan dan backup.
Pelaku ini mungkintidak diperlukan bila sistem yang berjalan tidak besar dan
tidak membutuhkan klasifikasikhusus untuk menjalankan sistem.
2.3.4 Kegiatan Sistem Informasi
a. Input
Menggambarkan
suatu kegiatan untuk menyediakan data untuk diproses.
Proses
Menggambarkan bagaimana sutau data diproses unuk
menghasilkan suatu informasi yang bernilai tambah.
Output
Suatu kegiatan untuk menghasilkan laporan dari proses
diatas tersebut.
Penyimpanan
Suatu kegiatan untuk memelihara dna menyimpan data.
Control
Suatu aktivitas untuk menjamin bahwa sistem informasi
tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah kumpulan dari
sistem manajemen atau sistem yang menyediakan informasi yang bertujuan
mendukung operasi manajemen dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi
yang cenderung berhubungan dengan pengolahan informasi yang berbasis pada
komputer (computer base information processing) dengan mempertimbangkan
informasi apa, untuk siapa, dan kapan harus disajikan.
2.3.5 Detail Komponen Sistem Informasi
Komponen sistem informasi secara garis besar dapat
dikelompokkan ke dalam 6 blok, yaitu:
Blok Masukan (Input Block)
Komponen input merupakan data yang masuk ke dalam sistem
informasi.
Blok Model (Model Block)
Komponen ini yang memproses data yang tersimpan di basis
data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang
diinginkan.
Blok Keluaran (Output Block)
Komponen output informasi yang berkualitas dan
dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai
sistem.
Blok Teknologi (Technology Block)
Komponen teknologi merupakan alat dalam sistem informasi,
teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan
mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output, dan membantu pengendalian
sistem.
e. Blok Basis
Data (Database Block)
Komponen basis data merupakan kumpulan data yang saling
berhubungan yang tersimpan didalam komputer dengan menggunakan software
database.
f. Blok Kendali
(Controls Block)
Komponen ini dirancang untuk menanggulangi gangguan
terhadap sistem informasi.
2.3.6 Unit Layanan Sistem Informasi
Organisasi yang memiliki sistem informasi umumnya
mempunyai wadah atau bagian dengan nama EDP (Electronic Data Processing) atau
PDE (Pengolahan Data Elektronis), MIS (Management Information System),
teknologi informasi, ataupun nama semacam itu. Akan tetapi struktur organisasi
sistem informasi sangat bervariasi; bergantung pada kompleksitas pekerjaan yang
ditangani. Sebadai contoh, pada berbagai perusahaan bersekala kecil, bagian
penunjang sistem informasi tidak memilliki manajer sistem informasi; hanya
terdiri dari para teknisi pelaksana. Namun pada perusahaan besar bagian ini
bisa di pimpin oleh direktur.
Struktur organisasi sistem informasi terpusat
Struktur organisasi sistem informasi tersebar
Di dalam organisasi yang memiliki staff penunjang sistem
informasi, semua pegawai yang berada di bawah bagian sistem informasi di sebut profesional
sistem informasi (atau profesional teknologi informasi). Adapun staff di luar
bagian sistem informasi yang menggunakan sistem, biasa disebut pemakai-akhir
(end user).
Pengembangan Sistem Informasi
Ada banyak cara dalam mengembangkan sistem informasi.
Seperti insourcing, prototyping, pemakaian paket perangkat lunak, selfsourcing,
dan outsourcing.
Insourcing
Pada masa sekarang masih banyak perusahaan yang
menggandakan sistem informasi dengan cara melakukan pengembangan sendiri atau
yang dikenal dengan istilah insourcing. Pengembangan ini dilakukan oleh para
spesialis sistem informasi yang berada dalam departemen EDP (Electronic Data
Processing), IT (Information
Technology), atau IS (Information System). Pengembangan sistem umumnya
dilakukan dengan menggunakan SDLC (System Development Life Cycle) atau daur
hidup pengembangan sistemdengan SDLC ini, organisasi akan mengikuti enam
langkah penting yaitu:
Perencanaan
Yaitu membentuk rencaa pengembangan sistem informasi yang
memenuhi rencana-rencana strategis dalam organisasi.
Penentuan lingkup
Yaitu menentukan lingkup sistem yang diusukan untuk
dibangun.
Analisis
Yaitu menentukan kebutuhan-kebutuhan sistem yang
diusulkan
Desain
Yaitu merancang sistem yang memenuhi keutuhan-kebutuhan
yang diperoleh pada tahapan analisis.
Implementasi
Yaitu membuat sistem dan menyiapkan infrastruktur untuk
sistem.
Pemeliharaan
Yaitu mendukung sistem yang telah berjalan.
Prototyping
Prototyping merupakan suatu pendekatan yang membuat suatu
model yang memperlihatkan fitur-fitur suatu produk, layanan, atau sistem
usulan. Modelnya dikenal dengan sebutan prototype.
Langkah dalam prototyping adalah seperti berikut :
Mengidentifikasi kebutukan-kebutuhan dasar pemakai. Dalam
hal ini, perancang sistem bekerja dengan pemakai untuk menangkap informasi
dasar yang diperlukan pemakai.
Mengembangkan sebuah prototipe. Perancang sistem menciptakan
sebuah prototipe dengan cepat. Dengan menggunakan perangkat lunak generasi ke
empat atau perangkat lain (yaitu CASE).
Menggunakan prototipe. Pada tahapan ini, pemakai diminta
untuk bekerja dengan sistem untuk menentukan cocok tidaknya prototipe terhadap
kebutuhan pemakai dan diharapkan pemakai memberi saran-saran untuk perbaikan
prototipe.
Memperbaiki dan meningkatkan prototipe. Prototipe
diperbaiki sesuai dengan semua perubahan yang diminta atau disarankan oleh
pemakai. Setelah diperbaiki, langkah 3 dan 4 dilakukan secara terus-menerus
sampai pemakai merasa puas.
Pemakaian Paket Perangkat lunak
Kadangkala, karena waktu yang sangat pendek terhadap
tenggat waktu yang ditentukan oleh manajemen, bagian sistem informasi tidak
mampu mengembangkan sendiri aplikasi yang diperlukan perusahaan. Sebagai
gantinya, dilakukan pembelian paket perangkat lunak, yaitu perangkat lunak yang
dibuat oleh suatu vedor yang ditunjukan untuk menangani masalah tertentu.dengan
menggunakan perangkat lunak seperti ini, para spesialis sistem informasi tidak
perlu membuat program dan tentu saja hal ini akan menyingkat waktu tersedianya
sistem informasi yang dikehendaki.
Selfsourcing
Alternatif lain dalam mengembangkan sistem yakni berupa selfsourcing.
Selfsourcing adalah suatu model pengembangan dan dukungan sistem informasi yang
dilakukan oleh para pekerja di suatu area fungsional dalam organisasi dengan
sedikit bantuan dari pihak spesialis sistem infomasi atau tanpa sama sekali.
Model ini deikenal juga dengan istilah end-user computing atau user application
development.
Outsourcing
Saat ini, terdapat pula kecenderungan untuk mengadakan
sistem informasi melalui outsourcing. Outsourcing adalah pendelegasian terhadap
suatu pekerjaan dalam sebuah organisasi ke pihak lain dengan jangka waktu
tertentu, biaya tertentu, dan layanan tertentu. Bentuk outsourcing yang umum
dilakukan pada perusahaan-perusahaan di indonesia adalah dalam bidang layanan
kebersihan ruangan. Dalam bidang teknologi informasi, beberapa bank di
indonesia telah menerapkan outsourcing. Dalam hal ini, pengembangan sistem
dilakukan oleh perusahaan luar.
Alasan pemilihan outsourcing bermacam-macam. Namun,
secara prinsip ada lima alasan yaitu :
Menghemat uang – memperoleh Return on Investment (ROI)
lebih besar.
Fokus pada kompetensi utama.
Mencapai kepegawaian yang fleksibel.
Mendapatkan akses ke sumber daya global.
Memperpendek untuk masuk ke pasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar